DERET

Dalam istilah matematika kita pasti mengenal deret suatu bilangan.  Sebagai contoh, 2, 4, 6, 8,. . . merupakan deret yang tak terbatas atau infinite. Deret itu akan terus bergerak dalam bilangan bulat, setiap deret memiliki aturan yang menandakan deret tersebut dapat bergerak. Untuk contoh diatas bisa dikatakan bahwa bilangan itu merupakan deret bilangan genap yang dimulai dari 2. Ada beberapa nama deret suatu bilangan dan dengan kekhususannya mempunyai nama sendiri-sendiri seperti  bilangan poligonal, persegi panjang, piramida, dan bilangan figurate.

Ada beberapa deret tertentu yang kita tahu memiliki pola atau aturan yang unik. Sebagai contoh,  1, 8, 27, 64, …., merupakan deret pangkat tiga atau kita bisa membuat pola-pola yang tidak umum bisa dipahami seperti  1, 5,
9, 31, 53, 75, 97,. . . diperoleh dengan menambahkan 4  dari data sebelumnya dan
membalikkan angka.

Berikut ini contoh-contoh deret yang unik yang ditemukan oleh matematikawan di  Cambridge University oleh John H. Conway.  Sebagai contoh,  1, 11, 21, 1 211, 111 221, 312 211,. . .  dapatkah kalian menemukan polanya?

Fibonacci : 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, … dapatkah kalian menemukan polanya?

deret, 2, 3, 5, 7, 11, …. dapatkah kalian menemukan polanya?

atau deret yang ini, 1, 3, 8, 15, 26, 39, ….

kita juga bisa membuat Deret sendiri asalkan memiliki aturan yang konsisten di setiap sukunya…..

Dapatkah kalian membuatnya……?

Moch. Lutfianto

references:

– Elementary number theory in nine chapter, James J, Tatersall. Cambridge.

– Wikipedia