George Pólya

How to Solve It menyajikan beberapa cara untuk menyelesaikan permasalahan di matematika:

  1. Pertama, memahami dengan benar masalah yang di hadapi
  2. Setelah itu, membuat rencana terhadap masalah yang dihadapi.
  3. Selesaikan dan lengkapi rencana yang telah dibuat.
  4. Evaluasi kembali hasil kerja, akankah ada cara yang lebih baik?

Jika cara itu gagal, Pólya memberikan nasihat:  “If you can’t solve a problem, then there is an easier problem you can solve: find it.”[7] Or: “If you cannot solve the proposed problem, try to solve first some related problem. Could you imagine a more accessible related problem?” atau dengan kata lain, “jika kamu tidak bisa menyelesaikan sebuah masalah maka pasti ada cara termudah untuk menyelesaikan masalah itu: carilah, atau “Jika kalian tidak dapat menyelesaikan masalah yang direncanakan, cobalah untuk menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dan lebih mudah. Lalu hubungkannlah dan bayangkanlah dengan maslah yang dihadapi.

Prinsip Pertama: Memahami masalah

“Memahami masalah” sering sekali diabaikan dan bahkan tidak disebutkan dalam banyak kelas matematika. Padahal siswa sering terhalang dalam upaya mereka untuk mengatasi hal itu, itu dikarenakan mereka tidak memahami sepenuhnya sebuah masalah, atau bahkan sebagian. Dalam rangka untuk memperbaiki pola permasalahan ini, Pólya mengajarkan guru untuk mendorong setiap siswa dengan pertanyaan-pertanyaan yang tepat, tergantung pada situasi, seperti:

  • Apa yang diminta untuk dicari atau ditunjukkan?
  • Dapatkah anda menyatakan kembali dalam kata-kata anda sendiri?
  • Dapatkan anda memikirkan gambar atau diagram yang mungkin bisa membatu anda dalam memahami masalah?
  • Apakah informasi yang ada cukup bagi anda untuk menemukan solusi?
  • Apakah kalian memahami semua kata yang digunakan dalam menyatakan masalah?
  • Apakan anda perlu mengajukan pertanyaan untuk mendapatkan jawaban?

The teacher is to select the question with the appropriate level of difficulty for each student to ascertain if each student understands at their own level, moving up or down the list to prompt each student, until each one can respond with something constructive.

Guru sebaiknya memilihkan pertanyaan dengan tingkat kesulitan yang sesuai bagi setiap siswa untuk memastikan apakah setiap siswa memahami pada tingkat mereka sendiri, bergerak maju atau mundur untuk mendorong setiap siswa, sampai masing-masing dapat merespon dengan sesuatu yang konstruktif.

Prinsip kedua: Merencanakan sebuah rencana

Untuk mengetahui lebih jauh pada website aslinya click here

(by:Moch. Lutfianto)

Refference:

Wikipedia.org