PISA penilaian menyeluruh untuk siswa, sekolah dan negara

PISA (Program for International Student Assessment) merupakan program penilaian berskala internasional yang di buat oleh negara-negara yang tergabung dalam OECD (Organisation for Economics Co-operation Development). PISA dilaksanakan setiap 3 tahun sekali dan dimulai pada tahun 2000. Fokus penilaian PISA adalah kemampuan Literasi dan Problem Solving pada Mathematics, Science dan Reading. PISA mengujikan permasalah-permasalan dalam realita kehidupan dan meminta siswa untuk dapat menyelesaikan permasalahan itu berdasarkan kemampuan mereka pada usia 15 tahun. PISA memberi batasan umur 15 tahun dikarenakan pada usia tersebutlah anak dapat dinilai akan kemampuan literasinya. 

PISA menilai akan literasi anak dengan analisis penilaian yang menyeluruh. Hasil analisis itu akan diberikan atau diterbitkan untuk menjadikan bahan evaluasi bagi pihak-pihak yang berkewenangan dalam dunia pendidikan. Dari hasil itulah kebijakan dapat diambil. Untuk sekolah mereka akan dapat melihat apa yang menyebabkan siswa di suatu negara memiliki nilai yang tinggi atau sebaliknya. Negara juga dapat mengambil terobosan untuk bisa menanggulangi kelemahan-kelemahan dari hasil PISA tersebut.

5 kali pelaksanaan PISA memunculkan sebuah hasil yang menarik yakni negara-negara maju tidak serta merta mendapatkan nilai yang tinggi di semua aspek penilaian PISA. Berepa negara juga memunculkan informasi mengapa di negara tersebut mendapatkan nilai yang tinggi di PISA. Finlandia, negara dengan rata-rata nilai tertinggi di PISA dalam 5 pelaksanaan memberikan informasi bahwa kualitas guru menjadi faktor dominan dalam meningkatkan pendidikan sehingga kualifikasi rekrutmen guru menjadi sangat diperhatikan. Jepang dengan metode pendidikan lesson study menjadikan pendorong utama untuk mendapatkan hasil yang tinggi di PISA. Singapura dengan luas wilayah yang kecil menjadikan mudah untuk mentransfer perubahan kurikulum.

Banyak faktor yang dimunculkan pada evaluasi PISA mengakibatkan perlunya kesatuan langkah dari berbagai pihak yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, baik siswa, guru, sekolah maupun negara harus dapat mengerti akan tuntutan zaman kedepan dengan lebih meningkatkan kualitas pendidikan di suatu negara.

ide n source : http://www.pisa.oecd.org

(Moch. Lutfianto, writter, researcher, trainer, designer, lecturer and teacher)