Konteks, Konten dan Kompetensi dalam PISA

Program for International Student Assessment (PISA) merupakan standar penilaian Internasional yang dilakukan oleh negara-negara yang tergabung dalam OECD. PISA menggunakan real world problem sebagai pokok utama soal yang harus dipecahkan oleh siswa. PISA menggunakan tiga domain utama dalam penyusunan soal soalnya yakni konteks, konten, dan kompetensi.

Konteks dalam PISA matematika adalah situasi dimana permasalahan itu ada. Dikarenakan PISA mengacu pada permasalahan real world maka konteks yang ada juga mengacu pada hal itu. Dalam hal ini diklasifikasikan menjadi 4 konteks yakni konteks pribadi, konteks pekerjaan, konteks sosial dan konteks ilmiah. Setiap konteks memiliki domain tersendiri.

Konteks pribadi memiliki domain aktivitas individu, satu keluarga atau kelompok sejawat yang aktivitas diantara yang dilakukan adalah, permainan, perjalanan pribadi, persiapan masak, konsumsi obat pribadi. konteks pribadi menekankan pada permasalahan yang paling dekat dengan siswa. hal itu dikarenakan subjek penilaian PISA merupakan anak usia 15 tahun.

konteks perkerjaan adalah wilayah yang akan dihadapi siswa dalam beberapa tahun kedepan. Meskipun pada saat ini siswa belum menghadapi permasalahan itu tetapi PISA menjadikan konteks pekerjaan sebagai domain penilaian supaya siswa dapat memahami/ mengerti akan permasalahan di perkerjaan yang akan dihadapi kelak.Β 

Moch. Lutfianto (Peneliti tentang PISA)