Jika anak bisa mendapatkan nilai yang baik di UN baik itu UN SMP atau SMA apakah mereka akan sukses di kemudian hari. Beberapa orang mungkin menjawab bisa sukses, karena usaha yang digunakan untuk mendapatkan nilai UN yang baik bisa digunakan dalam mengejar kesuksesan lain. Sebagian lain mungkin menjawab kecil kemungkinan jika sukses UN maka Sukses juga kehidupannya.

Banyak faktor yang membuat seseorang itu sukses hal ini dikarenakan definisi dari sukses seseorang juga berbeda-beda. Ada yang menganggap materi adalah simbol kesuksesan, ada yang menganggap dapat mengatuaklisasikan potensi diri merupakan kesuksesan dll. Kalo saya ditanyakan tentang kesuksesan saya akan memilih seseorang yang dapat hidup “layak” dimanapun mereka hidup, baik itu dimasa sekarang atau di masa yang akan datang. Yang menjadi masalah adalah bagaimana mempersiapkan untuk bisa hidup layak di masa datang?

Pendidikan yang baik semestinya dapat membekali siswa untuk kehidupan yang akan datang. Pempersiapkan siswa untuk memiliki kemampuan yang bisa berhadapan dengan tantangan hidup masa datang merupakan salah satu tugas pendidik. Pendidik yang baik harus bisa membekali siswa tidak hanya untuk kebutuhan sekarang tetapi juga kebutuhan lain yang akan dihadapinya dimasa yang akan datang. Kemampuan Literasi matematika merupakan sarana agar siswa dapat hidup layak (sukses) di masa yang akan datang.

Proses litarasi matematika menjadikan isu penting yang menglobal. OECD selaku kumpulan negera-negara maju dan berkembang membuat sebuat cara penilaian yang diberi nama PISA. Harapan yang disematkan adalah siswa di dunia memiliki kemampuan literasi yang baik sehingga dapat hidup layak pada zamannya kelak.

Definisi literasi matematika adalah:

Mathematical literacy is an individual’s capacity to identify and understand the role that mathematics plays in the world, to make well founded mathematical judgements and to engage in mathematics, in ways that meet the needs of that individual’s current and future life as a constructive, concerned and reflective citizen (OECD, 1999).

OECD menekankan bahwa kemampuan idividu dalam mengidentifikasi dan mengerti akan matematika di kehidupan sehingga dapat membuat keputusan yang berdasarkan pada matematika. Literasi matematika juga akan mengantarkan individu untuk selalu memiliki kemampuan yang baik sebagai warga dalam menghadapi tantangan kehidupan kedepannya.

Oleh karenya kemampuan literasi matematika mesti menjadi pokok utama dalam pengajaran matematika di sekolah.