“Tidak ada hal yang tidak bisa dipelajari, yang ada adalah kalian malas mempelajarinya” ungkap guru dalam memotivasi siswanya agar tidak malas belajar dengan berapi-api. “Malas” memang itu kata yang klise, bahkan selalu menjadi kambing hitam baik itu oleh siswa maupun guru. Tetapi jika kita telusuri lebih jauh sebenarnya apa yang menyebabkan murid menjadi malas? Malas terjadi dikarenakan oleh 2 faktor utama yakni dari individu dan dari luar individu murid atau istilahnya adalah faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang mendasari murid menjadi malas adalah karena faktor kognitif. Murid merasa bahwa kemampuan berfikirnya tidak cukup untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Murid menjustifikasi dirinya bahwa dirinya bodoh dan tidak bisa menyelesaikan persoalan itu. Oleh karenanya murid menghindarinya. Faktor internal lain yakni faktor motivasi diri. Murid tidak bisa mendorong dirinya untuk berbuat lebih agar permasalalahan itu dapat terselesaikan. Murid pasrah dan demotivasi melihat permasalahan itu. Sikap rendah diri juga menambahkan pengaruh yang bertambah terhadap kemalasan murid.

Selain faktor internal terdapat pula faktor eksternal dan yang saya garis bawahi adalah guru. Guru bisa menjadikan murid menjadi malas. Guru yang tidak mengerti akan kondisi siswanya akan mendorong tidak hanya siswanya menjadi malas akan tetapi yang lebih buruk yakni murid menjadi apatis terhadap materi pelajaran yang didapatkannya. Baik tidaknya seorang guru sangat mempengaruhi prilaku siswa dikelas. kurangnya pengetahuan akan mengelolaan kelas juga membuat siswa menjadi malas. So…, bagi kita para pendidik, jagan sampai murid kita menjadi malas dikarenakan diri kita……, pastikan penampilan kita tidak menjadikan murid kita malas sebelum menerima pelajaran lebih lanjut…….semangat……

*Renungan ketika membaca majalah di Kopertis VII