Beberapa bulan ini saya berinteraksi dengan siswa-siswi kelas XII di sebagian besar kota/kabupaten di Jawa Timur. Saya bertemu dalam agenda rutin guru-guru yang tergabung di MGBK. Mereka (guru-guru BK) membuat event untuk memberikan informasi tentang dunia kampus dengan harapan angka partisipasi siswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi dapat meningkat sehingga dapat meningkatkan juga citra dari sekolah masing-masing.

Seperti mendapatkan umpan matang, banyak kampus terutama kampus swasta yang ada di Jawa Timur, Yogyakarta maupun Jawa Tengah yang berpartisipasi. Mereka mengikuti event yang dibuat oleh guru-guru MGBK supaya mendapatkan mahasiswa sebanyak-banyak. Berbagai cara dilakukan untuk menarik minat siswa agar mengunjungi stan kampus mereka. Dari yang menyediakan tes kesehatan, hiasan (cat) tangan, meramal tangan hingga tulisan, semua itu dilakukan dengan gratis. Bahkan ada yang menyediakan makanan ringan agar para siswa dapat betah berada di stan kampus mereka.

Disamping memberikan pelayanan yang gratis yang dapat langsung dirasakan oleh siswa, kampus juga menyediakan berbagai macam kemudahan dalam menuntut ilmu di kampus seperti pemberian beasiswa. Baik itu yang sifatnya persentasi pengurangan biaya atau sampai yang gratis untuk syarat-syarat tertentu yang dapat dipenuhi.

Meskipun fasilitas itu diberikan tetapi beberapa siswa masih dapat berpikir kritis tentang masa depannya jika siswa masuk di kampus tersebut. Jawaban akan status pekerjaan selesai kuliah menjadi hal yang pokok yang harus dijawab oleh kampus. Jangan sampai kampus hanya menjadikan calon mahasiswa sapi perah untuk keberlangsungan kampus.

Jaminan bekerja harus dapat dipastikan sejak sebelum siswa menjadi mahasiswa. Pengetahuan akan purna kuliah akan menjadikan proses perkuliahan dapat terarahkan dengan baik sesuai dengan capaian lulusan yang harus dimiliki oleh mahasiswa. Karena kita sudah terlalu banyak mendapati jumlah pengangguran terdidik. Bahkan di tahun 2014 saja terdapat lebih dari 645.866 orang. atau sekitar 8,79%. (kompas.com) Hal ini merupakan ironis dikarenakan perguruan tinggi ternyata memberikan sumbangsih besar terhadap penggangguran. Jadi lebih sederhananya 1 diantara 10 orang yang mengganggur pernah menjadi mahasiswa.

Jadi, siapkan anda (mahasiswa) menjadi bagian 1 dari 10 pengangguran atau anda yang akan mengurangi angka tesebut……(MoLa)