“Jangan menilai orang hanya dari tampilan luarnya saja” merupakan istilah yang sering kita dengar atau dalam bahasa yang lebih umum don’t judge the book by its cover . Inti dari peribahasa itu adalah melihat seseorang atau sesuatu harus lebih dalam, tidak hanya pada tampilan di awal. Jika ibaratkan gunung es, yang terlihat di permukaan mungkin hanya secuil dari pada kondisi sesungguhnya yang terlihat di dalam air.

Siswa juga mestinya kita perlakukan demikian. Kita tidak boleh serta merta menilai atau bahkan lebih keras lagi dengan melabeli siswa itu bodoh atau pinter hanya dari nilai-nilainya saja. Nilai murapakan bagian kecil dari cara kita untuk memetakan seseorang. Pemetaan yang dilakukan akan menjadi bahan acuan dalam bersikap. Tetapi harus kita pahami bahwa nilai tidak bisa mengukur segalanya yang ada pada diri siswa. Bahkan jika dihubungkan dengan penilaian maka ada penilaian sumatif dan penilaian formatif. 

Menghukumi siswa dengan hanya melihat dari satu sisi meski disikapi dengan bijak. Jika nilai itu sebagai patokan tetap tidak bisa meninggalkan pengukuran yang lain. Dengan kita memahami makna pentung dari pelabelan anak maka kita bisa melihat bahwa sesungguh anak itu pada dasarnya adalah pintar  atau memiliki ukuran kepintaran akan tetapi dengan jalan yang berbeda.